Feed on
Posts
comments

INTERNET GOES TO COMMUNITY

si.jpg

s2.jpg
Rabu 21 Februari 2007, bertempat di Aula PT Telkom Kandatel Semarang Jl. Arief Rachman Hakim Semarang telah berlangsung event Internet Goes To Community (IG2C), Salah satu program yang dilaksanakan oleh PT Telkom Kandatel Semarang untuk memperkenalkan berbagai keuntungan dan keunggulan teknologi internet dalam cakupan komunitas yang lebih luas. Acara ini dihadiri oleh sekitar 150 orang Guru maupun perwakilan dari Sekolah Menengah Pertama di Semarang.

Acara dibuka oleh Bp. Albertus Djoko Soeseno, Manager Unit Data Internet dan VAS Content PT Telkom Kandatel Semarang, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan berbagai manfaat dari penggunaan teknologi internet dalam dunia pendidikan, termasuk adanya penawaran hosting gratis dari PT Telkom untuk sekolah-sekolah yang ingin membuat website.Dalam acara ini penulis juga mendemokan beberapa School Web, beberapa sekolah di Semarang yang sudah online, dengan menggunakan layanan Speedy.Acara yang berlangsung sekitar 3 jam ini mendapat apresiasi yang sangat bagus dari para peserta yang terlihat sangat antusias sejak pertama datang dan mengisi daftar hadir secara “online”, maupun ketika acara berlangsung.

Pedagang dan nelayan

images2.jpeg
Suatu hari, seorang pedagang  kaya datang berlibur ke sebuah pulau yang masih asri. Saat merasa bosan, dia berjalan-jalan keluar dari villa tempat dia menginap dan menyusuri tepian pantai. Terlihat Di sebuah dinding karang  seseorang  sedang memancing, dia menghampiri sambil menyapa,

“Sedang memancing ya pak?”, sambil menoleh si nelayan menjawab,

“Benar tuan. Mancing satu-dua ikan untuk makan malam keluarga kami”.

“Kenapa cuma satu-dua ikan pak? Kan banyak ikan di laut ini, kalau bapak mau sedikit lebih lama duduk disini, tiga-empat ekor ikan pasti dapat kan?”

Kata si pedagang yang menilai si nelayan sebagai orang malas. “Apa gunanya buat saya ?” tanya si nelayan keheranan.

“Satu-dua ekor disantap keluarga bapak, sisanya kan bisa dijual. Hasil penjualan ikan bisa ditabung untuk membeli alat pancing lagi sehingga hasil pancingan bapak bisa lebih banyak lagi” katanya menggurui.

“Apa gunanya bagi saya?” tanya si nelayan semakin keheranan.

“Begini. Dengan uang tabungan yang lebih banyak, bapak bisa membeli jala. Bila hasil tangkapan ikan semakin banyak, uang yang dihasilkan juga lebih banyak, bapak bisa saja membeli sebuah perahu. Dari satu perahu bisa bertambah menjadi armada penangkapan ikan. Bapak bisa memiliki perusahaan sendiri. Suatu hari bapak akan menjadi seorang nelayan yang kaya raya”.

Nelayan yang sederhana itu memandang si turis dengan penuh tanda tanya dan kebingungan. Dia berpikir, laut dan tanah telah menyediakan banyak makanan bagi dia dan keluarganya, mengapa harus dihabiskan untuk mendapatkan uang? Mengapa dia ingin merampas kekayaan alam sebanyak-banyaknya untuk dijual kembali. Sungguh tidak masuk diakal ide yang ditawarkan kepadanya.

Sebaliknya, merasa hebat dengan ide bisnisnya si pedagang kembali meyakinkan, “Kalau bapak mengikuti saran saya, bapak akan menjadi kaya dan bisa memiliki apa pun yang bapak mau”.

“Apa yang bisa saya lakukan bila saya memiliki banyak uang?” tanya si nelayan.

“Bapak bisa melakukan hal yg sama seperti saya lakukan, setiap tahun bisa berlibur, mengunjungi pulau seperti ini, duduk di dinding pantai sambil memancing”.

“Lho, bukankan hal itu yang setiap hari saya lakukan tuan, kenapa harus menunggu berlibur baru memancing?”, kata si nelayan menggeleng-gelengkan kepalanya semakin heran.

Mendengar jawaban si nelayan, si pedagang seperti tersentak kesadarannya  bahwa untuk menikmati memancing ternyata tidak harus menunggu kaya raya.

Netter yang berbahagia,
Pepatah mengatakan, jangan mengukur baju dengan badan orang lain.
Si pedagang mungkin benar  melalui analisa bisnisnya, dia merasa apa yang dilakukan oleh si nelayan terlalu sederhana, monoton dan tidak bermanfaat. Mengeruk kekayaan alam demi mendapatkan uang dan kekayaan sebanyak-banyaknya adalah wajar baginya.

Sedangkan  bagi si nelayan, dengan pikiran yang sederhana, mampu menerima  apapun yang diberikan oleh alam dengan puas dan ikhlas. Sehingga hidup dijalani setiap hari dengan rasa syukur dan berbahagia.

Memang ukuran “bahagia”, masing-masing orang pastilah tidak sama. Semua kembali kepada keikhlasan dan cara kita mensyukuri, apapun yang kita miliki saat ini.

tulisan ini saya kutip dari Mr andriewongso.

photo_026.JPG
Bertempat di smp 25 semarang tepatnya pada tanggal 11 februari kemaren di adakan lomba komputer tingkat smp sekota semarang acara ini dikuti oleh 102 peserta dari 34 smp,penulis bersama team speedy ikut meramaikan jalannya lomba dengan memberikan pelatihan internet kepada bapak/ibu guru yang mengantar para siswanya mengikuti perlombaan.adapun perlombaan ini dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan pelajar2 smp kota semarang di bidang IT.dan hasilnya sungguh luar biasa,terlihat dari kemampuan para peserta yang mampu mengoperasikan beberapa aplikasi dengan sangat mahir untuk ukuran pelajar smp..hal ini berbeda pada saat saya masih duduk di bangku smp jangankan mengoperasikan beberapa aplikasi, pengenalan tentang komputerpun tidak di berikan.hal ini menunjukkan perkembangan IT yang sedemikian pesatnya pada saat ini,aplikasi2 seperti photoshop,office,webdesign yang dahulu hanya dapat dilakukan oleh sedikit orang saat ini anak2pun sudah dapat menjalankannya.

hal ini menuntut saya untuk lebih banyak belajar dan selalu uptodate akan perkembangan IT sekarang.

Bagi semua yang ngerasa jomblo di hari valentine ini  berbahagialah…….!kenapa harus  bahagia??yang jelas pertama kita sedikit berhemat karna  ga ngeluarin duit buat beli coklat..yang kedua kita punya banyak waktu tuk istirahat karna  ga keluar malem hanya tuk sekedar ngrayaiin valentine….yang terakhir terhindar dari godaan syetan yang terkutuk.images.jpeg

« Newer Posts